Tutorial percabangan delphi dan contoh programnya
Tulisan kali ini adalah tutorial percabangan di delphi untuk pemula disertakan contoh programnya agar lebih mudah dipahami, di sini saya akan jelaskan sesederhana mungkin sehingga harapan saya tutorial ini menyenangkan bagi teman-teman pembaca yang membutuhkan dan benar-benar bisa membantu untuk memahami percabangan di delphi. Karena topiknya adalah bagi pemula dan penjelasannya sesederhana mungkin saya harap teman-teman tidak malas membaca karena akan saya jelaskan sedetail mungkin sehingga tulisan ini tentunya menjadi sangat panjang. Okey… siap belajar???? saran saya sih teman-teman baca sambil ngopi biar jreng!!… matanya atau sambil ngemil juga boleh haha…
Masing-masing percabangan di delphi tersebut bisa ditulis dalam berbagai format baik percabangan if maupun percabangan case of, dan akan kita bahas satu persatu hanya di tutorial percabangan delphi ini. Dalam percabangan if dikenal juga istilah if bersarang atau percabangan berantai istilah kerennya disebut nested if. Apa itu nested if/if bersarang/percabangan berantai? percabangan if dikatakan if bersarang bilamana statement if terdapat di dalam statement if, sederhananya “if dalam if”. Untuk lebih memahaminya nanti saya jelaskan di bawah dan juga saya berikan contoh program percabangan ( source code/script programnya ).
Nah sebelum ke pembahasan, saya mau tampilkan gambar program dari tutorial percabangan delphi ini :
Cara/format penulisan if…then adalah if kondisi then proses;
Contoh 1 :
Cara/format penulisan if…then…else adalah if kondisi then proses1 else proses2;
Contoh 2 :
Bisa juga ditulis seperti ini :
Atau seperti ini :
Atau juga seperti ini :
Terserah teman-teman pilih yang mana karena itu sama saja.
Contoh 3 (untuk pernyataan if…then) :
Contoh 4 (untuk pernyataan if…then…else) :
Bisa juga ditulis seperti ini :
Contoh 5 (contoh lain untuk pernyataan if…then…else) :
Bisa juga ditulis seperti ini :
Ingat untuk contoh 4 dan contoh 5 tidak ada tanda titik koma sebelum else (antara end dan else) karena masih dalam hitungan satu blok atau satu barisan kode program.
if kondisi1 then if kondisi2 then proses1 else proses2;
Dalam penjabaran atau pengerjaan prosesnya ada dua cara yaitu :
if kondisi1 then [ if kondisi2 then proses1 else proses2 ];
if kondisi1 then [ if kondisi2 then proses1 ] else proses2;
Contoh 6 (Penjabaran I) :
Atau bisa juga ditulis begin [ pernyataan if ] end; seperti ini :
Contoh 7 (Penjabaran II) :
Oke teman-teman, percabangan case of memiliki format penulisan sebagai berikut :
Percabangan case of juga bisa memiliki else seperti ini formatnya :
Nah berikut adalah contoh gabungan dari kriteria yang sudah saya sebutkan di atas :
Contoh 9 :
Bila percabangan case of ini memiliki proses/statement lebih dari satu bisa ditulis menggunakan begin [proses-proses] end;, berikut contohnya :
Contoh 10 :
Saya yakin teman-teman yang pemula pasti bingung dengan syntax-syntax di atas, tidak usah bingung pada intinya percabangan di delphi ini hanya dua yaitu if dan case of. Pernyataan if yaitu if…then dan if…then…else serta if bersarang(nested if)
sedangkan case of ya seperti yang sudah di jelaskan di atas, jadi
sebenarnya tidak begitu rumit hanya cara penulisannya yang perlu di
mengerti selain dari logikanya itu sendiri. Saran saya biar mudah
mengerti tuliskan rangkumannya di buku catatan, pengalaman saya belajar
dengan cara tersebut lebih memudahkan dalam proses pemahaman.
Setelah membaca penjelasan case of dan peraturannya di atas, mungkin ada di antara teman-teman masih ragu-ragu dan bertanya dalam hati, apakah bisa percabangan case of menggunakan string? sekali lagi saya menjawab bisa!…, namun memerlukan trik tersendiri. Nah trik tersebut bisa di temukan di tutorial saya mengenai percabangan case of menggunakan string.
Nah tentunya agar teman-teman semua jauh lebih mudah memahami dan lebih kerasa afdol silahkan download/unduh source code/script programnya di sini hanya di tutorial percabangan delphi 7. Jangan sungkan juga untuk berkomentar bila menemui kesulitan dalam belajar ya .
Oke sekian dulu semoga bermanfaat buat sahabat CB, silahkan berkomentar pada tutorial ini jika ada kesulitan dan jangan lupa berikan juga +1 Google sahabat di tulisan ini
Kami (Catatan Belajar) juga hadir di Facebook, like kami ya klik tombol berikut:
Intro : Penjelasan percabangan di delphi
Percabangan dalam bahasa pemrograman disebut juga pengkondisian dalam menentukan keputusan(seleksi), sehingga bila kondisi tertentu memenuhi maka akan diambil keputusan berdasarkan kondisi yang terpenuhi tersebut. Dalam bahasa pemrograman delphi dikenal dua percabangan yaitu pernyataan if (if statement) dan pernyataan case of (case of statement), kalau dalam bahasa pemrograman VB dikenal dengan Select Case, dalam PHP dikenal dengan switch case sedangkan untuk pernyataan if sendiri semua bahasa pemrograman menggunakannya ( ditulis dengan kata yang sama yaitu “if” ).Masing-masing percabangan di delphi tersebut bisa ditulis dalam berbagai format baik percabangan if maupun percabangan case of, dan akan kita bahas satu persatu hanya di tutorial percabangan delphi ini. Dalam percabangan if dikenal juga istilah if bersarang atau percabangan berantai istilah kerennya disebut nested if. Apa itu nested if/if bersarang/percabangan berantai? percabangan if dikatakan if bersarang bilamana statement if terdapat di dalam statement if, sederhananya “if dalam if”. Untuk lebih memahaminya nanti saya jelaskan di bawah dan juga saya berikan contoh program percabangan ( source code/script programnya ).
Nah sebelum ke pembahasan, saya mau tampilkan gambar program dari tutorial percabangan delphi ini :
Percabangan if (if statement) di delphi
Ada dua bentuk pernyataan if yaitu if…then dan if…then…else.Cara/format penulisan if…then adalah if kondisi then proses;
Contoh 1 :
1
2
| // kondisi proses if angka >= 60 then hasil := 'Bagus' ; |
Contoh 2 :
1
2
| // kondisi proses1 proses2 if angka >= 60 then hasil := 'Bagus' else hasil := 'Jelek' ; |
1
2
3
4
5
| // kondisi if angka >= 60 then hasil := 'Bagus' // proses1 else hasil := 'Jelek' ; // proses2 |
1
2
3
| if angka >= 60 then hasil := 'Bagus' else hasil := 'Jelek' ; |
1
2
| if angka >= 60 then hasil := 'Bagus' else hasil := 'Jelek' ; |
Percabangan if untuk proses yang lebih dari satu
Nah bila proses yang akan dilakukan lebih dari satu, cara penulisannya harus disertai begin [proses-proses] end;. Contohnya sebagai berikut:Contoh 3 (untuk pernyataan if…then) :
1
2
3
4
5
| if angka >= 60 then begin keterangan := 'Nilainya bagus' ; hasil := 'Bagus' ; end ; |
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
| if angka >= 60 then begin keterangan := 'Nilainya bagus' ; hasil := 'Bagus' ; end else begin keterangan := 'Nilainya Jelek' ; hasil := 'Jelek' ; end ; |
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
| if angka >= 60 then begin keterangan := 'Nilainya bagus' ; hasil := 'Bagus' ; end else begin keterangan := 'Nilainya Jelek' ; hasil := 'Jelek' ; end ; // Atau penulisan seperti ini juga tidak masalah biar tampak singkat { if angka >= 60 then begin keterangan := 'Nilainya bagus'; hasil := 'Bagus'; end else begin keterangan := 'Nilainya Jelek'; hasil := 'Jelek'; end; } |
1
2
3
4
5
6
| if angka >= 60 then begin keterangan := 'Nilainya bagus' ; hasil := 'Bagus' ; end else hasil := 'Jelek' ; |
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
| if angka >= 60 then begin keterangan := 'Nilainya bagus' ; hasil := 'Bagus' ; end else hasil := 'Jelek' ; // Atau penulisan seperti ini juga tidak masalah biar tampak singkat { if angka >= 60 then begin keterangan := 'Nilainya bagus'; hasil := 'Bagus'; end else hasil := 'Jelek'; } |
if bersarang di delphi
Seperti yang di jelaskan di atas, if bersarang atau percabangan berantai adalah if di dalam if. Berikut syntax penulisannya :if kondisi1 then if kondisi2 then proses1 else proses2;
Dalam penjabaran atau pengerjaan prosesnya ada dua cara yaitu :
if kondisi1 then [ if kondisi2 then proses1 else proses2 ];
if kondisi1 then [ if kondisi2 then proses1 ] else proses2;
Contoh 6 (Penjabaran I) :
1
2
3
4
| if angka >= 60 then if angka < 80 then hasil := 'Bagus' else hasil := 'Memuaskan' ; |
1
2
3
4
5
6
| if angka >= 60 then Begin if angka < 80 then hasil := 'Bagus' else hasil := 'Memuaskan' ; end ; |
1
2
3
4
5
6
7
| if angka >= 60 then Begin if angka < 80 then hasil := 'Bagus' ; end else hasil := 'Buruk' ; |
Percabangan case of (case of statement) di delphi
Setelah membahas percabangan if, sekarang pembahasan kita mengenai percabangan case of, saya harap tetap semangat . Opss!!…. Kopinya udah habis belum, klo udah habis tambah lagi saja sambil lanjut membaca.Oke teman-teman, percabangan case of memiliki format penulisan sebagai berikut :
1
2
3
4
5
| case selectorExpression of caseList1: statement1; ... caseListn: statementn; end ; |
1
2
3
4
5
6
7
| case selectorExpression of caseList1: statement1; ... caseListn: statementn; else statements; end ; |
Penjelasan case of dan peraturan
- selectorExpression adalah ekspresi atau yang terpilih dan harus berupa angka dengan tipe ordinal, tidak boleh bertipe string. Tapi jika teman-teman ingin tahu bagaimana triknya case of menggunakan string, silahkan baca di tutorial membuat percabangan case of di delphi 7 menggunakan string yang sudah saya tuliskan sebelumnya.
- caseList adalah daftar pilihan.
- statement adalah proses yang akan dilakukan bila kondisinya memenuhi.
- selectorExpression harus berupa angka dengan tipe ordinal, tidak boleh bertipe string.
- Setiap caseList memiliki bagian dari salah satu sifat berikut:
- Berupa angka atau sebuah konstanta dengan tipe data ordinal.
- Nilai caseList adalah unik antara caseList yang lainnya, jadi tidak boleh sama.
- caseList bisa memiliki subrange. Misalnya pertama..terakhir dan nilai pertama harus lebih kecil atau sama dengan terakhir.
- Dapat memiliki bentuk item1, …, itemn dimana item sudah memenuhi salah satu kriteria yang sudah disebutkan di atas.
Contoh percabangan case of
Contoh 8 :
1
2
3
4
| case angka of 1 : keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 1' ; 2 : keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 2' ; end ; |
Contoh 9 :
1
2
3
4
5
6
7
8
| case angka of 1 : keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 1' ; 2 : keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 2' ; 3..5 : keterangan := 'Angka yang dipilih mulai dari 3 sampai 5' ; 6 , 8 , 9 , 11..20 : keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 6 atau 8 atau 9 atau dari 11 sampai 20' ; else keterangan := 'Angka yang dipilih tidak dalam daftar' ; end ; |
Contoh 10 :
1
2
3
4
5
6
7
8
| case angka of 1 : keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 1' ; 2 : begin keterangan := 'Angka yang dipilih adalah 2' ; keterangan2 := 'Angka tersebut adalah bilangan genap' ; end ; end ; |
Setelah membaca penjelasan case of dan peraturannya di atas, mungkin ada di antara teman-teman masih ragu-ragu dan bertanya dalam hati, apakah bisa percabangan case of menggunakan string? sekali lagi saya menjawab bisa!…, namun memerlukan trik tersendiri. Nah trik tersebut bisa di temukan di tutorial saya mengenai percabangan case of menggunakan string.
Nah tentunya agar teman-teman semua jauh lebih mudah memahami dan lebih kerasa afdol silahkan download/unduh source code/script programnya di sini hanya di tutorial percabangan delphi 7. Jangan sungkan juga untuk berkomentar bila menemui kesulitan dalam belajar ya .
Oke sekian dulu semoga bermanfaat buat sahabat CB, silahkan berkomentar pada tutorial ini jika ada kesulitan dan jangan lupa berikan juga +1 Google sahabat di tulisan ini
Kami (Catatan Belajar) juga hadir di Facebook, like kami ya klik tombol berikut:
Post a Comment for "Tutorial percabangan delphi dan contoh programnya"